‎Meski Sempat Terkendala, Pengeboran JIAT di Sibalaya Utara Terus Berlanjut ‎

 


SIGI.Rekan Rakyat, — Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang bersumber dari APBN 2025 melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tengah terus berjalan di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi. Salah satu titik pekerjaan kini menyasar Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava.

‎Selamet, selaku welder pada pekerjaan tersebut, mengatakan progres pengeboran masih berlangsung. Target kedalaman sumur bor dipatok hingga 100 meter agar sumber air yang diperoleh lebih optimal.

‎“Sekarang posisi kedalaman sudah di angka 60,4 meter. Target kita tembus 100 meter supaya bisa mendapatkan air,” jelas Selamet kepada media ini 16/2/2026.

‎Dari sisi material, ia menyebut pipa yang sudah terpasang sebanyak 20 batang. Namun untuk menuntaskan pengeboran, masih dibutuhkan tambahan sekitar 15 batang pipa.

‎“Pipa yang masuk sudah 20 batang, masih perlu tambahan sekitar 15 batang lagi,” ujarnya.

‎Secara umum, pekerjaan JIAT di lokasi tersebut telah berjalan kurang lebih satu bulan. Meski begitu, proses sempat mengalami jeda akibat kendala teknis pada alat utama.

‎Selamet mengungkapkan mesin bor sempat mengalami kerusakan pada bagian kepala mesin, sehingga tim terpaksa menghentikan sementara aktivitas pengeboran sambil menunggu suku cadang.

‎“Ada kendala Bering atas bawah di kepala mesin bor yang rusak. Jadi pekerjaan sempat kami jeda sambil menunggu spare part datang,” terangnya.

‎Meski sempat tertunda, pihak pelaksana memastikan pekerjaan akan kembali dilanjutkan setelah perbaikan rampung. Program JIAT ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian warga Desa Sibalaya Utara dan sekitarnya.

‎Sebelumnya, Camat Tanambulava, Suaib, mengapresiasi masuknya program JIAT di wilayahnya. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat, khususnya di Dusun 2 Huntap yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.

‎Ia menjelaskan, program tersebut menjawab dua kebutuhan prioritas warga, yakni penyediaan air minum untuk rumah tangga serta pengairan perkebunan tanaman palawija.

‎“Ke depan, bantuan ini sangat berpotensi meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat. Ini juga sejalan dengan program swasembada pangan yang didorong pemerintah,” tutupnya.


Pewarta : Irwan 

Editor : Irwan 

Sumber : Lokasi Pekerjaan