Temuan Megalitikum Berwajah di Dongi-Dongi, Dinas Kebudayaan Sulteng Turun Tangan



‎PALU.Rekan Rakyat,– Video yang beredar melalui aplikasi WhatsApp tentang temuan batu menyerupai wajah manusia di wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, langsung mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah.

‎Andi Kamal Lembah S.H.,M.Si Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3), mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim arkeologi dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah 18 untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

‎Menurutnya, temuan itu berada di kawasan Dongi-Dongi yang masih berada dalam bentang kawasan budaya Lore.

‎“Kalau bicara megalitikum di kawasan Lore, itu memang terbentang di empat lembah besar di kawasan Lore Lindu. Ada di wilayah Lore, ada juga di Lindu yang masuk Kabupaten Sigi, sementara Lore sendiri sebagian besar di Kabupaten Poso. Nah temuan yang sekarang ini ada di Dongi-Dongi,” jelasnya.

‎Ia mengaku cukup senang dengan adanya informasi baru terkait temuan tersebut. Pihaknya bahkan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang pertama kali menemukan dan menyebarkan informasi itu.

‎“Ini sebenarnya sebuah kebahagiaan karena ada temuan baru. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang sudah menginformasikan bahkan menjaga temuan itu,” katanya.

‎Saat ini, kata dia, tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan bersama tim arkeologi sedang melakukan identifikasi di lapangan. Mereka akan memastikan jenis megalitikum yang ditemukan serta menghitung jumlah benda yang ada di lokasi tersebut.

‎“Langkah pertama tentu mengidentifikasi jenis megalitikumnya dan berapa jumlah yang ditemukan. Tim arkeologi sudah turun dan mereka bekerja bersama tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, temuan tersebut sementara dikategorikan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) sampai ada penelitian lebih lanjut.

‎“Bisa saja berupa arca, batu megalitik atau bentuk lain. Sekarang masih dalam tahap identifikasi dan registrasi,” jelasnya.

‎Namun ia juga mengakui lokasi temuan tersebut berada di area yang disebut-sebut terdapat aktivitas pertambangan emas. Karena itu, menurutnya penanganan tidak hanya menjadi urusan dinas kebudayaan.

“Kalau ternyata di sana ada aktivitas tambang liar itu bukan kewenangan kami, tentu ada instansi lain yang harus melihat. Ada dinas ESDM, lingkungan hidup, juga Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu karena itu kawasan hutan lindung,” katanya.

‎Meski begitu, ia menegaskan pihaknya tetap fokus dari sisi pelestarian budaya, termasuk kemungkinan pembentukan tim ahli cagar budaya untuk menentukan zonasi kawasan jika memang terbukti sebagai situs penting.

‎“Kami melihatnya dari perspektif budaya. Kalau benar ini temuan baru, tentu perlu ada langkah penyelamatan dan penetapan zonasi untuk melindungi situsnya,” ujarnya.

‎Hal yang paling menarik dari temuan tersebut, lanjutnya, adalah bentuk batu yang menyerupai wajah manusia, sesuatu yang jarang ditemukan dalam tipe megalitikum di kawasan itu.

‎“Kalau benar ada bentuk wajah manusia, ini model megalitikum yang baru bagi kita. Dari sisi pengetahuan prasejarah tentu sangat penting,” katanya.

‎Ia memastikan pemerintah provinsi akan terus memantau perkembangan di lapangan. Laporan perkembangan temuan itu juga akan disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Tengah.

‎“Untuk sementara tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan masih bekerja di lapangan. Kami terus berkoordinasi dan mengikuti perkembangan dari mereka,” tutupnya.(*)