Krisis Kompetensi Guru SLB, Sulteng Siap Tancap Gas Lewat Berani Cerdas



Palu.Rekan Rakyat,- Kepala Bidang Pembinaan PKPLK dan Inovasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Warsita, S.Pd., M.M., mengungkapkan masih adanya kekurangan signifikan tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB), terutama dari sisi kompetensi. Hal tersebut disampaikannya pada media ini  saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/4).

‎Menurut Warsita, kebutuhan guru SLB tidak bisa disamakan dengan sekolah umum, karena harus memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) agar mampu menangani peserta didik berkebutuhan khusus secara tepat.

‎“SLB ini memang masih kekurangan, terutama dari sisi kompetensi. Idealnya guru SLB itu lulusan PLB karena penanganannya berbeda,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, salah satu kendala utama adalah belum tersedianya program studi PLB di sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut, sehingga pemenuhan tenaga pendidik sesuai kualifikasi masih terbatas.

‎Untuk mengatasi hal itu, Dinas Pendidikan Sulteng mendorong solusi melalui Program “Berani Cerdas” yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Program ini menjadi salah satu strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di sektor pendidikan.

‎Melalui “Berani Cerdas”, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah, guna meningkatkan kualifikasi guru tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.

‎“Kita akan kerja sama dengan perguruan tinggi, bisa di Makassar atau daerah lain. Guru tetap mengajar, tapi juga bisa kuliah untuk meningkatkan kompetensinya di bidang PLB,” jelasnya.

‎‎Warsita menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 51 tenaga pendidik yang telah didata dan siap mengikuti program peningkatan kualifikasi tersebut. Mereka diharapkan menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi kekurangan guru SLB.

‎Saat ini, jumlah SLB di Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 33 sekolah. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan tenaga pendidik yang kompeten dinilai mendesak agar layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat berjalan optimal.

‎Melalui penguatan Program “Berani Cerdas”, pemerintah provinsi berharap persoalan kekurangan guru SLB dapat teratasi secara bertahap, sekaligus mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas di Sulawesi Tengah.


Pewarta : Irwan 

Source : Wawancara