Donggala.Rekan RaKyat, – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT). Lewat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, program tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di Desa Tondo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.
Pembangunan JIAT yang bersumber dari APBN Tahun 2025 ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, dengan PT Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana. Proyek ini menyasar dua dusun di Desa Tondo, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan.
Sekretaris Desa Tondo, Sutarno, mengungkapkan bahwa manfaat program ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Ia menyebut, khusus untuk wilayah Tondo 2, luas lahan yang telah teraliri air dari jaringan JIAT mencapai lebih dari 20 hektare.
“Untuk lahan di Tondo 2 saja sekitar 20 hektare lebih yang sudah teraliri. Kalau ditotal secara keseluruhan, estimasinya juga kurang lebih sama, sekitar 20 hektare di titik lainnya,” ujarnya saat diwawancarai kamis 23/4.
Menurutnya, keberadaan JIAT menjadi angin segar bagi petani yang selama ini masih bergantung pada curah hujan. Dengan adanya sumber air yang lebih stabil, peluang peningkatan hasil panen pun semakin terbuka.
Sementara itu dihari yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku JIAT BWS Sulawesi III Palu, Andi Anugrah, menjelaskan bahwa pembangunan sumur JIAT di Desa Tondo sempat mengalami penyesuaian lokasi.
“Awalnya titiknya direncanakan di Mapane, tapi karena ditemukan sumber air panas, akhirnya dipindahkan ke lokasi sekarang di Tondo,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang bagi desa lain atau wilayah tambahan di Desa Tondo yang masih membutuhkan fasilitas serupa.
“Kalau masih ada areal sawah yang butuh sumur JIAT, silakan segera diusulkan melalui Dinas PU Kabupaten Donggala,” tambahnya.
Program JIAT ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan air irigasi, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.(*)
