SMK Janur Persada Vakum, Dapodik Masih Aktif, Disdik Tunggu Sikap Yayasan

 ‎


Palu.Rekan Rakyat,— Keberadaan SMK Janur Persada di bawah Yayasan Sepuluh Maret kini berada di ujung ketidakpastian. Meski secara faktual sekolah tersebut sudah tidak beroperasi, data pokok pendidikan (Dapodik) masih mencatatnya sebagai satuan pendidikan aktif.

‎Mantan Kepala SMK Janur Persada, Muhlis, mengungkapkan bahwa sejak tahun ajaran 2024–2025, sekolah tersebut sudah tidak lagi memiliki siswa maupun tenaga pengajar. Seluruh siswa telah lulus, sementara para guru sebagian besar telah berpindah ke sekolah negeri setelah lulus seleksi PPPK.

‎“Sudah tidak ada aktivitas. Siswa habis, guru juga sudah tidak ada. Jadi memang tidak bisa dipertahankan lagi,” ujar Muhlis saat ditemui, Jumat (24/04).

‎Saat ini, Muhlis diketahui telah kembali bertugas sebagai guru sekaligus menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) Agribisnis Ternak Ruminansia di SMK Negeri 1 Sigi.

‎Ia juga menyoroti peran yayasan yang dinilai tidak aktif dalam beberapa tahun terakhir. Yayasan Sepuluh Maret yang dipimpin Rahmawati, yang berdomisili di Makassar, disebut tidak lagi memberikan kejelasan terkait pengelolaan sekolah, terutama pascabencana.

‎“Sejak pascabencana, pihak yayasan tidak pernah muncul. Kami di sekolah sempat bingung mengambil langkah,” katanya.

‎Secara administratif, kondisi sekolah juga menjadi sorotan. Meski Dapodik masih mencantumkan nama SMK Janur Persada, факta di lapangan menunjukkan bahwa sekolah tersebut sudah tidak memiliki peserta didik aktif. Bahkan, untuk operasional terakhir, kegiatan belajar mengajar disebut sempat menumpang di lokasi SMK Lando Bulili Kab Sigi.

‎“Secara sistem masih terdaftar, tapi realitanya sudah tidak ada. Bahkan bangunan sendiri tidak ada, hanya numpang,” jelasnya.

‎Sementara itu di hari yang sama, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan pihaknya baru akan melakukan pengecekan langsung dalam waktu dekat.

‎“Saya baru menjabat dan rencananya hari Senin akan turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ujarnya dihari yang sama  saat dikonfirmasi.

‎Terkait status di Dapodik, Tafsir Pengelola Dapodik Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa meskipun data terbaca kosong, penutupan resmi sekolah belum dapat dilakukan tanpa adanya surat dari pihak yayasan.

‎“Dapodik terbaca kosong, tapi secara administrasi belum ditutup. Kami masih menunggu surat resmi penutupan dari Yayasan Sepuluh Maret,” jelasnya.

‎Kondisi ini menimbulkan ketidakjelasan status SMK Janur Persada, baik secara administratif maupun operasional. Dinas Pendidikan menegaskan akan mengambil langkah lanjutan setelah ada kejelasan dari pihak yayasan sebagai penyelenggara.

‎Situasi ini sekaligus mencerminkan tantangan yang dihadapi sejumlah sekolah swasta, khususnya dalam menjaga keberlangsungan operasional di tengah keterbatasan siswa, tenaga pengajar, dan dukungan manajemen yayasan.


Pewarta: Irwan 

Editor : Irwan