SIGI.Rekan Rakyat,– Program Pertanian Modern Advance Agricultural System (PM-AAS) terus diperluas di Kabupaten Sigi. Setelah lebih dulu diterapkan di Desa Sibonu sebagai pilot project, metode budidaya padi modern tersebut kini mulai diterapkan di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, yang digelar pada Senin (3/8).
Kegiatan tersebut diawali dengan penebaran benih menggunakan alat tanam benih langsung (drum seeder atau atabela) di lahan seluas 1,07 hektare milik Kelompok Tani Mutiara.
Teknologi ini memungkinkan benih ditanam secara mekanis dengan pola tanam yang lebih teratur sehingga perawatan tanaman lebih mudah, dan produktivitas padi diharapkan meningkat.
Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pesaku dan PPL Desa Sibonu. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Pesaku,Kepala Desa bobo,Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perwakilan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Perwakilan Dinas Pertanian Kab Sigi,KatimKer Kabupaten Sigi, serta Kelompok Tani Mutiara.
Koordinator Penyuluh (Korlu) BPP Mantikole, Anjas, dalam sambutannya mengatakan penerapan PM-AAS di Desa Pesaku merupakan langkah lanjutan untuk memperluas penerapan sistem pertanian modern di wilayah Kecamatan Dolo Barat.
Menurutnya, Kecamatan Dolo Barat mendapat target sekitar 400 hektare penerapan PM-AAS. Sementara itu, luas baku sawah di Desa Pesaku berdasarkan data BPP Mantikole mencapai 123,39 hektare.
"Kami berharap teman-teman penyuluh di desa lain juga dapat menerapkan metode ini sehingga target yang diberikan dapat tercapai. Ini menjadi bagian dari evaluasi penyuluh sesuai arahan kementerian," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Sigi sendiri mendapat target penerapan PM-AAS seluas 5.560 hektare, yang merupakan bagian dari target Provinsi Sulawesi Tengah seluas 24.416 hektare dan diharapkan dapat dicapai dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.
Karena itu, pihaknya mendorong seluruh penyuluh di wilayah kerja BPP Mantikole segera melakukan percepatan pelaksanaan program di desa masing-masing. Setelah Desa Sibonu dan Desa Pesaku, metode serupa juga direncanakan diterapkan di Desa Bobo dan Desa Kaleke.
Sementara itu, PPL Desa Pesaku, Nuzlan, mengatakan target khusus penerapan PM-AAS di Desa Pesaku mencapai 60 hektare.
"Target PM-AAS di Desa Pesaku sebanyak 60 hektare. Penanaman perdana hari ini menjadi awal untuk mencapai target tersebut," katanya.
Menurut Nuzlan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penggunaan alat modern, tetapi juga didukung penerapan budidaya yang tepat.
"Kami akan terus mendorong penggunaan benih unggul bersertifikat serta pemupukan berimbang, baik menggunakan pupuk kimia maupun pupuk organik, sehingga hasil panen nantinya bisa lebih meningkat," jelasnya.
Ia menambahkan, penanaman perdana yang dilakukan di lahan Kelompok Tani Mutiara masih bersifat swadaya. Benih yang digunakan berasal dari inisiatif para penyuluh dengan menggunakan varietas yang direkomendasikan.
"Untuk demplot ini masih swadaya, termasuk sumber benihnya. Harapannya, metode PM-AAS ini dapat menjadi contoh sehingga semakin banyak petani yang tertarik menerapkannya di Desa Pesaku maupun desa-desa lainnya," Tutupnya.(Ir)

