SIGI.Rekan Rakyat, – Warga Perumahan Tinggede View, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, mengeluhkan kondisi tegangan listrik yang dinilai tidak stabil. Gangguan tersebut tidak hanya menyebabkan lampu sering redup dan listrik padam, tetapi juga diduga mengakibatkan sejumlah peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.
Salah seorang perwakilan warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan permasalahan itu telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan yang tuntas.
"Sering sekali lampu redup, bahkan listrik padam. Beberapa alat elektronik warga juga rusak, mulai dari bohlam putus, kulkas, hingga Pendingin Ruangan/Air Conditioner (AC). Petugas memang sudah beberapa kali datang, tapi sampai sekarang masalahnya masih terus terjadi," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Asisten Manager Bagian Keuangan dan umum PLN UP3 Palu, Natalia Revianto, didampingi Team Leader Sales Retail Astor Heriawan serta staf PLN Ardy, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab gangguan sebelum dilakukan pengecekan langsung di lapangan.
Astor Heriawan menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memastikan status jaringan listrik yang melayani Perumahan Tinggede View. Hal itu diperlukan untuk mengetahui apakah jaringan tersebut telah menjadi aset PLN atau masih merupakan infrastruktur milik pengembang perumahan.
"Kalau memang jaringan itu merupakan aset PLN, tentu menjadi tanggung jawab kami untuk melakukan perbaikan. Tetapi kami harus memastikan dulu di lapangan apakah jaringan tersebut sudah diserahterimakan ke PLN atau masih dikelola oleh developer," ujarnya saat ditemui di Kantor PLN UP3 Palu, Jalan RA Kartini Nomor 26, Selasa (4/8).
Ia menambahkan, setiap pembangunan jaringan listrik di kawasan perumahan pada dasarnya telah melalui survei dan perencanaan kapasitas, termasuk penentuan kebutuhan trafo dan jaringan sesuai jumlah pelanggan. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan daya listrik masyarakat, evaluasi tetap diperlukan agar sistem kelistrikan mampu melayani beban yang terus bertambah.
Selain melakukan survei lapangan, PLN juga akan berkoordinasi dengan Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang membawahi wilayah Tinggede untuk memastikan apakah sebelumnya telah dilakukan penanganan atas laporan warga.
"Kami tidak ingin memberikan kepastian sebelum hasil survei keluar. Yang jelas, kami akan memeriksa kondisi jaringan, kapasitas trafo, serta kebutuhan penambahan jaringan apabila memang diperlukan," katanya.
Natalia Revianto juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan setiap gangguan maupun keluhan melalui aplikasi PLN Mobile atau Call Center 123. Menurutnya, laporan yang disampaikan melalui jalur resmi akan terekam dalam sistem sehingga lebih mudah dipantau dan ditindaklanjuti, termasuk hingga ke tingkat pusat apabila belum terselesaikan.
Sementara itu, warga berharap survei lapangan dapat segera dilakukan. Mereka khawatir gangguan tegangan listrik yang terus berulang kembali merusak peralatan elektronik serta mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, PLN belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan survei lapangan. Pihak perusahaan menyatakan masih akan berkoordinasi dengan unit terkait sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.(Ir)
