70 Lansia di Palu Ikuti Wisuda Sekolah Lansia Seroja dan Maroso

 


PALU.Rekan Rakyat,— Sebanyak 70 lanjut usia (lansia) mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia Seroja dan Sekolah Lansia Maroso di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/9/2026).

Prosesi yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Jalan Durian, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, tersebut berlangsung penuh khidmat. Raut bahagia dan haru terlihat dari para peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran Sekolah Lansia.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Nuryamin, serta Kepala DP2KB Kota Palu Ridwan Mustafa.

Wisuda tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Sidaya (Lansia Berdaya) yang dikembangkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai upaya mendorong para lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Wamendukbangga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan, keberadaan Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada pengetahuan kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk menjaga kondisi psikologis dan kemandirian para peserta.

Menurutnya, lansia perlu mendapatkan ruang untuk terus belajar, beraktivitas, bersosialisasi, dan menjalani kehidupan secara produktif sehingga tidak merasa sendiri di usia lanjut.

“Program ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kita ingin para lansia tetap sehat, aktif, dan bahagia di usia lanjut,” ujar Isyana usai menghadiri prosesi wisuda di Palu.

Ia menjelaskan, pembelajaran Sekolah Lansia tingkat Standar 1 (S1) memberikan sejumlah materi dasar yang berkaitan dengan proses penuaan, pemeliharaan kesehatan fisik, pencegahan penyakit umum, hingga penyesuaian psikologis dalam menghadapi masa lanjut usia.

Pelaksanaan pembelajaran pada umumnya berlangsung selama 10 hingga 12 bulan melalui pertemuan secara rutin. Namun, durasi pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan pengelolaan lembaga masing-masing.

Untuk Sekolah Lansia Maroso, misalnya, kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan dengan total 12 kali pertemuan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Nuryamin mengatakan, program tersebut juga memberikan pembekalan keterampilan praktis kepada peserta melalui kerja sama dengan BBPVP Makassar.

Salah satu kegiatan yang diberikan adalah keterampilan merajut. Selain menjadi aktivitas produktif, kegiatan tersebut dinilai dapat membantu melatih motorik halus serta menjaga kelenturan tangan para lansia.

“Para peserta diajarkan merajut untuk melatih motorik halus dan kelenturan tangan agar tidak kaku, sekaligus menjadi kegiatan produktif bagi para ibu-ibu lansia,” kata Nuryamin.

Prosesi wisuda semakin terasa istimewa karena diikuti peserta dengan rentang usia yang cukup beragam. Dari 70 wisudawan dan wisudawati, peserta tertua tercatat berusia 88 tahun.

Meski telah memasuki usia lanjut, peserta tertua tersebut tetap menunjukkan semangat mengikuti seluruh tahapan pembelajaran hingga dinyatakan menyelesaikan program.

Pemerintah berharap para lulusan Sekolah Lansia Seroja dan Maroso tidak berhenti belajar setelah prosesi wisuda. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk menjaga kesehatan diri maupun berkontribusi di tengah keluarga dan lingkungan masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang mendukung lansia agar tetap berdaya, memiliki aktivitas positif, serta menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia.(*)