SIGI, Rekan Rakyat, – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMP Negeri 18 Sigi, Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, kini telah rampung 100 persen.
Sekolah tersebut mendapat dukungan anggaran revitalisasi sebesar Rp962 juta dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Pertama. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi gedung administrasi, delapan ruang kelas, serta WC.
Kepala SMP Negeri 18 Sigi, Dra. Mardalena, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan melalui program revitalisasi yang bersumber dari APBN tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur SMPN 18 Sigi mendapat bantuan rehab dari pemerintah. Program ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman, aman dan efektif,” ujarnya Rabu 16/9.
Mardalena mengatakan, rampungnya pekerjaan revitalisasi memberikan perubahan terhadap kondisi fasilitas sekolah. Perbaikan sejumlah bangunan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pembelajaran sekaligus memberikan lingkungan yang lebih layak bagi siswa dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, selama proses pekerjaan berlangsung, pihak sekolah melakukan penyesuaian ruang belajar agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Perpustakaan dan laboratorium IPA sempat difungsikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sambil menunggu penyelesaian ruang kelas.
Dengan seluruh pekerjaan yang kini telah mencapai 100 persen, fasilitas yang direhabilitasi dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan di SMP Negeri 18 Sigi.
Mardalena berharap dukungan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus berlanjut. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang membutuhkan perhatian, termasuk penataan lingkungan sekolah.
“Kami berharap bantuan seperti ini dapat terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang perlu dibantu, termasuk penataan lingkungan sekolah agar ke depan semakin nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.
Ia menilai keberlanjutan dukungan terhadap fasilitas pendidikan penting agar sekolah dapat terus memberikan pelayanan pembelajaran yang baik bagi peserta didik.(Ir)

