Kuota Hampir Penuh, SMAN 1 Palu Pertimbangkan Perpanjang Masa Pendaftaran

 ‎


‎Palu.Rekan Rakyat,— Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Palu mulai dipadati calon siswa. Kepala sekolah, Dahlan, mengungkapkan hingga saat ini jumlah pendaftar sudah mendekati 400 orang, sementara kuota yang disiapkan tahun ini hanya 540 siswa.

‎Pendaftaran sendiri sudah dibuka sejak 14 Mei dan dijadwalkan berlangsung sampai 31 Mei 2026. Namun pihak sekolah mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan waktu pendaftaran karena masih ada sejumlah kendala administrasi dari sekolah asal para calon siswa.

‎“Masih ada sekolah yang belum tuntas penerbitan SKL dan pengumuman kelulusan. Ditambah lagi hasil TKA juga banyak yang belum keluar. Jadi kita sementara usahakan supaya ada penambahan waktu pendaftaran,” ujar Dahlan saat diwawancarai.

‎Tahun ini, SMAN 1 Palu membuka 15 rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diisi maksimal 36 siswa sehingga total kuota penerimaan mencapai 540 orang.

‎Menurut Dahlan, secara umum juknis penerimaan tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Namun ada beberapa tambahan penilaian, khususnya di jalur prestasi.

‎Jika sebelumnya fokus hanya pada prestasi akademik, olahraga, dan seni, kini sekolah juga mulai memberi poin tambahan bagi siswa yang aktif di organisasi maupun kegiatan ekstrakurikuler.

‎“Sekarang pengurus OSIS, pramuka dan kegiatan ekstra lainnya itu sudah ada poin penilaiannya. Kalau dulu belum terlalu diperhitungkan,” jelasnya.

‎Selain itu, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini juga mulai dimasukkan dalam komponen penilaian jalur prestasi. Hal inilah yang menurut pihak sekolah membuat banyak calon siswa masih menunggu hasil resmi sebelum melengkapi berkas pendaftaran.

‎“Dulu belum ada TKA. Tahun ini masuk sebagai salah satu penilaian di jalur prestasi bersama rapor dan dokumen prestasi lainnya,” katanya.

‎Untuk pembagian kuota jalur penerimaan, hampir seluruh jalur mendapat porsi 30 persen, kecuali jalur mutasi yang hanya sekitar 5 persen.

‎Namun dari seluruh jalur yang ada, jalur domisili menjadi yang paling ramai diminati. Bahkan jumlah pendaftar disebut sudah melampaui kuota yang tersedia.

‎Dahlan menjelaskan, jika kuota jalur domisili melebihi kapasitas, maka sistem akan melakukan seleksi berdasarkan jarak rumah calon siswa dengan sekolah.

‎“Banyak orang tua berpikir kalau alamat rumahnya sudah masuk zona otomatis diterima. Padahal tetap ada kuota dan sistem akan lihat siapa yang paling dekat dengan sekolah,” terangnya.

‎Menurutnya, persoalan seperti ini hampir selalu terjadi setiap tahun karena masyarakat masih cenderung memilih sekolah tertentu yang dianggap favorit.

‎“Padahal sebenarnya kualitas sekolah sekarang hampir sama. Tapi persepsi masyarakat memang masih begitu, jadi mereka tetap berusaha supaya anaknya bisa masuk di sekolah yang diinginkan,” tambahnya.

‎Sementara itu, jalur afirmasi dan mutasi justru belum banyak diminati. Di SMAN 1 Palu, jumlah pendaftar dari kategori ekonomi lemah maupun berkebutuhan khusus masih tergolong sedikit sehingga kuotanya belum terpenuhi.

‎Kondisi itu nantinya memungkinkan sisa kuota dialihkan untuk menambah penerimaan dari jalur lain, terutama domisili yang saat ini paling padat peminat.

‎Dalam sistem penerimaan tahun ini, pihak sekolah menegaskan tidak ada lagi tes tambahan seperti sebelumnya. Seluruh proses seleksi dilakukan melalui sistem penilaian administrasi dan dokumen yang telah ditentukan dalam juknis SPMB 2026.