SIGI.Rekan Rakyat,– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dapil Sigi-Donggala, Ir. H. Musliman, MM, melaksanakan kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Kantor Desa Rarampadende, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Jumat 12/6.
Kegiatan Kundapil yang merupakan bagian dari Masa Persidangan III Tahun Kedua Tahun Anggaran 2026 bagi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2024–2029 itu dihadiri Kepala Desa Rarampadende, Ketua BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Musliman menjelaskan bahwa Kundapil merupakan agenda anggota DPRD untuk menyampaikan berbagai program dan kegiatan yang telah diperjuangkan kepada masyarakat di daerah pemilihannya. Meski demikian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.
"Saya datang ke sini ingin mendengar kondisi masyarakat. Mungkin saya tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi setidaknya saya ingin ikut meringankan masalah yang ada," ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu mengatakan dirinya sengaja memilih Desa Rarampadende sebagai lokasi Kundapil untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat yang diwakilinya di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut Musliman, setiap anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah diberikan ruang untuk mengusulkan program pembangunan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar. Namun, anggaran tersebut harus dibagi untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Dapil Sigi-Donggala yang mencakup ratusan desa.
"Karena kebutuhan pembangunan sangat banyak, tentu harus ada skala prioritas dalam menentukan program yang akan diperjuangkan," katanya.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai mendesak untuk diperjuangkan. Di antaranya pembangunan dan perbaikan drainase, bantuan pembangunan Masjid Al-Rahman Rarampadende, perbaikan jalan di Dusun IV tepatnya di depan SMA Rarampadende yang mulai mengalami kerusakan, pemasangan lampu penerangan jalan, serta pelebaran Jembatan Wera.
Warga berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan diperjuangkan melalui program pembangunan maupun pokok-pokok pikiran DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Musliman menyatakan akan menindaklanjuti dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan ke depan.
"Kami akan melihat mana yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat dan dapat diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran yang tersedia," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Musliman juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan desa. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaksanaan sejumlah program pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(*)
