‎Wagub Sulteng: Lansia Harus Tetap Produktif, Anak Butuh Kehadiran Ayah dan Ibu



PALU.Rekan Rakyat, – Di tengah peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido mengingatkan pentingnya menjaga dua pilar utama dalam kehidupan masyarakat, yakni keluarga dan lansia.

‎Pesan itu disampaikan usai menghadiri kegiatan Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (SIDAYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digelar di Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tengah, Kamis (25/6).

‎Menurut Reny, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia harus diikuti dengan upaya agar para lansia tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.

‎Ia mengapresiasi berbagai program yang telah berjalan, termasuk Sekolah Lansia yang dinilai mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus ruang interaksi bagi para lanjut usia.

‎“Jumlah lansia semakin bertambah. Karena itu mereka perlu diberi ruang agar tetap aktif dan produktif. Sekolah lansia merupakan langkah yang sangat baik,” ujarnya.

‎Bagi Reny, persoalan lansia bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga bagaimana mereka tetap merasa dibutuhkan dan memiliki lingkungan sosial yang mendukung. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong berbagai kegiatan seperti olahraga lansia, pertemuan rutin hingga seminar yang melibatkan para lanjut usia.

‎Menurutnya, banyak orang yang memasuki masa pensiun kemudian kehilangan aktivitas dan ruang bersosialisasi. Kondisi itu dapat memengaruhi kesehatan mental maupun kualitas hidup mereka.

‎“Karena itu kami mendorong adanya komunitas lansia. Mereka bisa berkumpul, bersilaturahmi, berolahraga dan mengikuti berbagai kegiatan yang sesuai dengan usia mereka,” katanya.

‎Tak hanya berbicara soal lansia, Reny juga menaruh perhatian besar pada peran ayah dalam keluarga. Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), ia berharap semakin banyak ayah yang terlibat dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.

‎Menurutnya, tumbuh kembang anak tidak dapat dibebankan hanya kepada ibu. Kehadiran ayah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mental anak sejak dini.

‎“Anak tidak bisa hanya dibesarkan oleh ibunya saja. Mereka harus tumbuh bersama ayah dan ibu. Keduanya memiliki peran yang sama penting dalam membentuk generasi masa depan,” tegasnya.

‎Pada momentum Harganas tahun ini, Reny juga mengajak seluruh keluarga di Sulawesi Tengah untuk memperkuat peran masing-masing di dalam rumah tangga. Sebab, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

‎“Kalau keluarga kuat, anak-anak juga akan tumbuh dengan baik. Ketahanan keluarga harus dimulai dari rumah, karena dari situlah lahir generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, berbagai program pembangunan keluarga yang dijalankan selama ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN dan para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang menjadi ujung tombak di lapangan.

‎Melalui sinergi tersebut, diharapkan upaya penguatan keluarga dan pemberdayaan lansia dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.(Ir)