Progres Pengendalian Banjir Sungai Gumbasa Capai 50 Persen, Penyelesaian Bergantung Pasokan Material

 ‎


‎SIGI.Rekan Rakyat, – Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Gumbasa (Lanjutan) di Kabupaten Sigi terus berjalan. Hingga saat ini, capaian fisik telah menyentuh sekitar 50 persen atau hampir 260 meter dari total panjang penanganan sekitar 570 meter.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek yang berada di bawah Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu itu dikerjakan menggunakan anggaran APBN Tahun 2026 senilai Rp14,08 miliar. Sesuai papan informasi proyek, pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender dan dikerjakan oleh PT Bukaka Pasir Indah.

‎Lucky, selaku Bagian Logistik Proyek, mengatakan pembangunan ini merupakan lanjutan dari penanganan sebelumnya untuk memperkuat pengamanan tebing Sungai Gumbasa, terutama pada kawasan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

‎"Realisasi pekerjaan saat ini sudah sekitar 50 persen atau hampir 260 meter," kata Lucky kepada wartawan di lokasi proyek Jumat 10/7.

‎Ia mengungkapkan, proses konstruksi sempat mengalami perlambatan selama hampir dua bulan akibat terbatasnya pasokan batu. Kondisi tersebut dipicu persoalan distribusi material yang terjadi di berbagai daerah sehingga berdampak terhadap suplai ke lokasi pekerjaan.

‎"Baru sekarang pasokannya mulai normal kembali, tetapi produksinya belum sepenuhnya seperti sebelumnya karena pemasok masih memenuhi kebutuhan di sejumlah proyek lain," ujarnya.

‎Menurut Lucky, masa kontrak dijadwalkan berakhir pada 7 September 2026. Namun, pencapaian target penyelesaian tetap bergantung pada kelancaran distribusi material dari lokasi penambangan.

‎"Kalau suplai batu lancar, kami optimistis pekerjaan dapat dituntaskan sesuai jadwal kontrak," tuturnya.

‎Untuk menyelesaikan seluruh konstruksi, kebutuhan batu diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu meter kubik. Volume tersebut merupakan hasil penyesuaian setelah adanya efisiensi anggaran sebesar 10 persen dari rencana awal.

‎Dari sisi teknis, bangunan pengaman tebing dirancang memiliki tinggi vertikal sekitar 5 meter, sedangkan bagian lereng mencapai sekitar 9 meter. Dimensi tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan agar mampu mengurangi risiko gerusan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap kawasan di sepanjang bantaran Sungai Gumbasa.

‎Keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir, mengurangi ancaman erosi tebing sungai, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Gumbasa.(*)