SIGI.Rekan Rakyat, – Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Paneki di desa Jono Oge Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi terus menunjukkan progres yang signifikan.
Berdasarkan Pantauan Media Ini, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Kabupaten Sigi (Lanjutan) yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air.
Proyek ini menggunakan anggaran APBN Tahun 2026 senilai Rp12.163.660.701 merupakan bagian dari paket pekerjaan pengendali banjir di Sungai Watutela, Kota Palu, dan Sungai Paneki, Kabupaten Sigi. Pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan dikerjakan oleh PT Datu Karsa Trimaulti.
Direksi Lapangan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu, Saiful Hasan, mengatakan pembangunan pengendali banjir di Sungai Paneki berjalan sesuai target. Bangunan tersebut menggunakan konstruksi batu gajah yang disusun sebagai pelindung tebing sungai guna mengurangi potensi gerusan saat debit air meningkat.
Ia menjelaskan, konstruksi yang dibangun memiliki tinggi dinding lurus sekitar 5 meter dan tinggi sisi miring mencapai 6,3 meter.
"Target pekerjaan sepanjang 395 meter, saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 225 meter. Tinggi dinding lurus 5 meter, sedangkan tinggi sisi miring 6,3 meter. Volume batu gajah yang digunakan berkisar 4.661 meter kubik," ujar Saiful Kamis 9/7.
Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan terus diawasi agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Berdasarkan jadwal, proyek ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Namun, pihak rekanan memperkirakan pekerjaan dapat dirampungkan lebih cepat, yakni sekitar dua minggu lagi.
"Targetnya akhir bulan sudah selesai, namun rekanan kami mengatakan sekitar dua minggu lagi pekerjaan akan rampung. Semoga proyek ini berjalan lancar dan dapat selesai sesuai ketentuan," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Jono Oge, Mesak Ropiu, menyampaikan apresiasi atas pembangunan pengendali banjir tersebut. Menurutnya, keberadaan infrastruktur itu sangat dibutuhkan karena selama ini wilayahnya kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi.
"Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa mengurangi ancaman banjir. Harapan kami pekerjaan ini diselesaikan sampai tuntas sehingga masyarakat lebih aman dan lebih tenang tinggal di sini," katanya.
Mesak menuturkan, sebelum adanya pembangunan tersebut, banjir tidak hanya mengancam rumah-rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum seperti masjid, musala, sekolah, hingga lahan perkebunan masyarakat.
"Dulu rumah ibadah, sekolah, dan permukiman sempat terancam. Dengan adanya pembangunan pengendali banjir ini kondisinya menjadi lebih aman. Kami dari pemerintah desa sangat berterima kasih karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," tuturnya.
Dengan progres pekerjaan yang terus berjalan, pembangunan pengendali banjir Sungai Paneki diharapkan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi permukiman, fasilitas umum, dan lahan pertanian masyarakat dari ancaman banjir saat musim penghujan.(Ir)

