‎Revitalisasi APBN 2026 Jadi Harapan Baru SDN 7 Tanantovea untuk Meningkatkan Jumlah Siswa

 


‎DONGGALA.Rekan Rakyat,– SD Negeri 7 Tanantovea, Kabupaten Donggala, menjadi salah satu sekolah penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

‎Berdasarkan Pantauan Media ini, sekolah tersebut menerima bantuan sebesar Rp922.585.746 dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), di mana pengelolaan pembangunan dilakukan langsung oleh pihak sekolah sesuai ketentuan program revitalisasi.

‎Saat ini, progres pelaksanaan pekerjaan telah mencapai sekitar 29 persen dan masih terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

‎Kepala SDN 7 Tanantovea, Abdul Gafur, S.Pd, mengatakan bantuan revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, rehabilitasi satu unit WC, pembangunan baru ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta pembangunan pagar sekolah.

‎"Alhamdulillah sekolah kami mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah. Bantuan ini meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu WC, pembangunan ruang UKS baru, dan pembangunan pagar sekolah," ujar Abdul Gafur Saat ditemui dilokasi sekolah Jumat 3/7.

‎Ia menambahkan, untuk pembangunan pagar dialokasikan anggaran sekitar Rp100 juta. Namun, berdasarkan hasil perhitungan pihak sekolah, anggaran tersebut diperkirakan belum mampu mengelilingi seluruh area sekolah sehingga pembangunan difokuskan pada bagian depan yang berbatasan langsung dengan jalan desa.

‎"Rencananya pagar dibangun di bagian depan sekolah lengkap dengan gerbang sebagai identitas dan pintu masuk sekolah," tuturnya.

‎Ia menjelaskan, sebelum menerima bantuan revitalisasi, pihak sekolah sebenarnya mengusulkan rehabilitasi ruang perpustakaan dan ruang administrasi melalui pembaruan data Dapodik. Namun, usulan yang disetujui pemerintah berbeda dengan yang diajukan.

‎"Kami memang mengusulkan rehabilitasi perpustakaan dan ruang administrasi, tetapi yang disetujui justru pembangunan UKS dan beberapa item lainnya. Meski demikian kami tetap bersyukur karena sekolah kami mendapat perhatian pemerintah," katanya.

Adul Gafur berharap revitalisasi sekolah tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali menyekolahkan anak-anak mereka di SDN 7 Tanantovea.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir jumlah peserta didik di sekolah tersebut mengalami penurunan karena sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain yang memiliki sarana lebih baik.

‎"Dengan adanya revitalisasi ini, semoga masyarakat kembali percaya kepada sekolah kami. Mudah-mudahan jumlah siswa bertambah karena orang tua melihat fasilitas sekolah sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya," harapnya.

‎Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, pelaksanaan pekerjaan juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja sesuai kemampuan masing-masing, sementara pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus ditangani oleh tenaga profesional.

‎Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 29 persen, pihak sekolah optimistis seluruh pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga fasilitas baru dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

‎Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu program prioritas Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2026 yang didanai melalui APBN. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, terutama sekolah yang mengalami kerusakan berat, berada di wilayah 3T, maupun daerah terdampak bencana.(Ir)