Donggala.Rekan Rakyat,– Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri Satu Atap (Satap) 7 Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 58 persen.
Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai bantuan sebesar Rp394.691.000 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, mulai Mei hingga Agustus 2026.
Kepala SMPN Satap 7 Dampelas, I wayan Miasa, mengatakan program revitalisasi di sekolahnya mencakup tiga item pekerjaan utama, yakni rehabilitasi bangunan sekolah, rehabilitasi toilet (WC), serta penambahan sarana air bersih.
"Kalau di sekolah kami hanya ada tiga menu pekerjaan, yaitu rehabilitasi bangunan, rehabilitasi WC, dan tambahan sarana air bersih," ujarnya usai meninjau pelaksanaan pekerjaan, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari tim pengawas lapangan, progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 58 persen dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Menurut pengawas, progresnya sudah sekitar 58 persen. Saya tentu ingin pekerjaan ini selesai secepatnya karena siswa juga membutuhkan ruang belajar yang lebih nyaman," katanya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan tiga ruang kelas yang masih dapat digunakan.
Selain menyoroti progres pembangunan, I wayan juga menegaskan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek. Menurutnya, pihak sekolah telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja, seperti helm, sepatu keselamatan, dan perlengkapan lainnya.
"APD sudah kami siapkan. Helm dan perlengkapan lainnya ada, bahkan sudah dibelikan beberapa set. Kami terus mengingatkan para pekerja agar menggunakannya saat bekerja. Kadang mereka tidak memakai karena merasa panas, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah bersama tim pelaksana terus saling mengingatkan agar pekerjaan dilakukan sesuai prosedur sehingga hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan aman.
"Yang terpenting pekerjaan selesai dengan kualitas sesuai spesifikasi. Jangan sampai hanya mengejar cepat, tetapi mengabaikan mutu pekerjaan," ucapnya.
Menurut I wayan, program revitalisasi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Selain membuat lingkungan sekolah menjadi lebih layak, tampilan sekolah juga menjadi lebih baik sehingga dapat menunjang kenyamanan proses belajar mengajar.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat beberapa ruang kelas yang belum tersentuh program revitalisasi. Kondisi bangunan tersebut dinilai sudah memerlukan penanganan karena lantainya mengalami penurunan dan berpotensi mengganggu kenyamanan pembelajaran.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat melanjutkan program revitalisasi pada tahun-tahun mendatang agar seluruh fasilitas belajar di SMPN Satap 7 Dampelas dapat diperbaiki secara bertahap.
"Mudah-mudahan program revitalisasi seperti ini terus berlanjut. Masih ada beberapa ruang kelas yang belum mendapat bantuan dan kondisinya sudah memerlukan perhatian, terutama lantainya yang mengalami penurunan. Kami ingin seluruh ruang belajar nantinya benar-benar layak digunakan oleh para siswa," pungkasnya.(Ir)
