SMP Negeri 12 Sigi Bangun Kembali Harapan Lewat Revitalisasi Rp1,26 Miliar

 


‎SIGI.Rekan Rakyat, – SMP Negeri 12 Sigi di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, tengah melaksanakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. 

‎Melalui program tersebut, sekolah menerima bantuan pemerintah sebesar Rp1.261.226.000 untuk merehabilitasi 12 ruangan guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar. Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kelayakan sarana pendidikan di berbagai daerah. 

‎Kepala SMP Negeri 12 Sigi, Gatot, menjelaskan bantuan tersebut digunakan untuk merehabilitasi 12 ruangan, terdiri dari satu ruang administrasi, sembilan ruang kelas, satu laboratorium IPA, satu ruang perpustakaan, serta satu unit toilet.

‎"Seluruh pekerjaan merupakan rehabilitasi, tidak ada pembangunan gedung baru. Banyak bangunan yang memang sudah mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan agar kembali layak digunakan," ujarnya saat ditemui di sekolah Kamis 2/7.

‎Menurutnya, revitalisasi ini menjadi kabar baik bagi seluruh warga sekolah. Selama ini sejumlah ruang belajar mengalami berbagai kerusakan, mulai dari atap bocor, lantai rusak hingga kondisi ruangan yang kurang nyaman bagi siswa.

‎"Dengan adanya bantuan ini kami berharap anak-anak bisa belajar lebih nyaman. Kalau ruang belajar sudah baik, tentu diharapkan hasil belajar mereka juga akan semakin meningkat. Selain itu, bangunan sekolah yang diperbaiki juga menjadi aset pemerintah daerah yang nilainya semakin baik," katanya.

‎Dalam pelaksanaannya, Gatot menegaskan pihak sekolah mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia bahkan menyambut baik kehadiran media sebagai bagian dari pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran negara.

‎"Kami senang media datang. Media juga merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan transparansi publik. Kehadiran media justru membantu kami menjaga transparansi, akuntabilitas, sekaligus menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat," ucapnya.

‎Ia mengakui tidak menguasai aspek teknis pekerjaan konstruksi. Karena itu, sekolah terus berkoordinasi dengan konsultan pengawas, konsultan perencana, fasilitator, serta tenaga pendamping yang telah ditunjuk pemerintah.

‎"Kalau menyangkut gambar teknis, spesifikasi bangunan, maupun RAB tentu ada tenaga profesional yang mendampingi kami. Saya selalu meminta konsultan pengawas agar mengingatkan apabila ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi sehingga bisa segera diperbaiki. Tujuan kami hasil rehabilitasi ini benar-benar berkualitas dan tahan lama," jelasnya.

‎Gatot juga menjelaskan sistem pelaksanaan proyek dilakukan melalui mekanisme Swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Ia bertindak sebagai penanggung jawab, sementara operasional lapangan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengelolaan keuangan menjadi kewenangan panitia yang telah dibentuk.

‎"Saya lebih kepada mengoordinasikan dan melakukan pengawasan. Untuk teknis pekerjaan maupun pengelolaan keuangan dilaksanakan oleh panitia sesuai tugas masing-masing. Kami rutin mengadakan rapat evaluasi bersama panitia, konsultan, dan fasilitator agar setiap perkembangan pekerjaan dapat dipantau bersama," tuturnya.

‎Selain meningkatkan kualitas bangunan sekolah, pelaksanaan revitalisasi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pihak sekolah mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal selama memenuhi kebutuhan pekerjaan.

‎"Kami memprioritaskan tukang-tukang dari desa sekitar. Kalau memang membutuhkan keahlian khusus yang tidak tersedia, baru kami mencari tenaga dari luar. Dengan begitu program ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

‎Saat ini progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 47 persen,Gatot berharap seluruh proses rehabilitasi dapat selesai tepat waktu dengan hasil sesuai spesifikasi teknis sehingga sarana dan prasarana sekolah dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 12 Sigi.(Ir)