‎Revitalisasi SDN 7 Tanantovea Capai 80 Persen, Sekolah Masih Butuh Meja dan Kursi

 


DONGGALA, Rekan Rakyat — Bantuan revitalisasi SDN 7 Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kini memasuki tahap akhir. Hingga Senin (7/9/2026), progres pekerjaan fisik sekolah tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Kepala SDN 7 Tanantovea, Abdul Gafur, S.Pd., mengatakan pelaksanaan revitalisasi berjalan dengan baik dan saat ini pekerjaan terus dikebut untuk mencapai tahap penyelesaian.

“Sekitar hampir 80 persen sudah kegiatan revitalisasi,” kata Abdul Gafur, Senin (7/9).

Program revitalisasi tersebut mendapat anggaran sebesar Rp922.585.746 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas dan satu unit WC, pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta pembangunan pagar sekolah.

Meski pekerjaan fisik hampir rampung, pihak sekolah masih membutuhkan fasilitas penunjang pembelajaran berupa meja dan kursi siswa. Kebutuhan tersebut dinilai penting seiring meningkatnya jumlah peserta didik yang mendaftar.

Abdul Gafur mengatakan, sebagian meja dan kursi yang sebelumnya dimiliki sekolah juga hilang akibat pencurian sehingga ketersediaannya saat ini belum mencukupi.

“Kami sangat mengharapkan juga bantuan dari Dinas Pendidikan untuk meja dan kursinya. Karena kami sempat kehilangan meja dan kursi karena kecurian,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah saat ini membutuhkan sekitar 40 unit meja dan 40 unit kursi, terutama untuk memenuhi kebutuhan siswa kelas I, II, dan III.

“Ada beberapa kelas yang tidak punya kursi, sehingga kami sangat membutuhkan,” katanya.

Ia berharap dukungan terhadap sekolah tidak berhenti pada perbaikan sarana fisik, tetapi juga mencakup pemenuhan fasilitas belajar yang masih diperlukan.

Dengan terpenuhinya kebutuhan meja dan kursi tersebut, fasilitas yang telah diperbaiki melalui program revitalisasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam proses pembelajaran. (Ir)