‎SMA Negeri 6 Palu Dapat Revitalisasi Rp1,42 Miliar, Enam Kelas Serta Fasilitas Lainya Mulai Dibenahi ‎

 ‎


PALU.Rekan Rakyat, — Sejumlah fasilitas di SMA Negeri 6 Palu mulai diperbaiki melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026. Pekerjaan tersebut menyasar ruang belajar hingga fasilitas penunjang sekolah.

‎Berdasarkan papan proyek di lokasi, proyek tersebut bernilai Rp1.426.937.000 yang bersumber dari APBN 2026. Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), mulai 29 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

‎Kepala SMA Negeri 6 Palu, Hj.Halimatang S.Pd.,M.Pd , mengatakan kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi enam ruang kelas bertingkat, laboratorium komputer dan toilet. Selain itu, terdapat pembangunan satu ruang kelas baru serta satu unit toilet.

‎Sekolah juga mendapat fasilitas instalasi air bersih yang akan ditunjang dengan pembuatan sumur bor. Pekerjaan ini nantinya disesuaikan dengan kebutuhan dan jalur air di lingkungan sekolah.

‎“Untuk revitalisasi ini ada rehab enam kelas yang bertingkat, rehab lab komputer, rehab WC, pembangunan WC baru, kemudian pembangunan ruang kelas baru dan instalasi air,” kata Halima saat ditemui diruangan kerjanya, Selasa 1/9.

‎Selama pengerjaan berlangsung, sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergiliran. Kebijakan tersebut dilakukan agar aktivitas siswa tidak terlalu padat di tengah pekerjaan konstruksi.

‎Untuk sementara, proses belajar mengajar dilakukan secara bergiliran melalui pembelajaran tatap muka dan daring.jika Pekan ini, siswa kelas X mengikuti pembelajaran di sekolah, sementara kelas XI dan XII belajar secara daring. Pekan berikutnya, giliran kelas XI yang mengikuti pembelajaran tatap muka, kemudian dilanjutkan kelas XII.

‎“Rolling per minggu. Sekarang kelas 10 yang masuk, kelas  11dan 12 online. Minggu depan kelas 11, kemudian bergantian lagi,” jelasnya.

‎Menurut Halima, pola tersebut juga untuk menjaga siswa agar tidak terlalu dekat dengan area pembangunan yang masih aktif dikerjakan.

‎Di sisi lain, jumlah peserta didik SMA Negeri 6 Palu terus mengalami peningkatan. Saat ini tercatat sekitar 780 siswa, jauh lebih banyak dibandingkan 2022 yang masih berada di kisaran 300 siswa.

‎“Setiap tahun ada penambahan siswa. Dulu sekitar 300-an, sekarang sudah 700-an lebih,” ujarnya.

‎Pertambahan tersebut membuat kebutuhan ruang dan fasilitas pendukung ikut meningkat. Apalagi masih terdapat sejumlah bangunan yang belum mendapat penanganan.

‎Ia menambahkan, salah satu fasilitas yang masih membutuhkan perhatian adalah pagar sekolah yang belum seluruhnya diperbaiki sejak terdampak gempa 2018. Beberapa ruang kelas lainnya juga sudah berusia sekitar tiga dekade.

‎“Masih banyak yang membutuhkan. Pagar juga belum ter-cover sejak gempa. Ruang-ruang kelas yang lain juga ada yang sudah mau 30 sampai 31 tahun,” katanya.

‎Ia mengapresiasi bantuan revitalisasi yang diterima tahun ini karena dinilai dapat meningkatkan kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

‎Halima berharap perbaikan fasilitas sekolah dapat terus dilakukan secara bertahap, terutama pada bagian yang belum tersentuh program revitalisasi.

‎“Alhamdulillah, dengan bantuan ini sarana dan prasarana semakin diperbaiki. Yang paling penting anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman. Mudah-mudahan ke depan yang masih membutuhkan perbaikan juga mendapat perhatian,” Tutupnya.(Ir)